MAKALAH
PERILAKU ORGANISASI
Dosen Pengampu : Laksamana
Bangsawan,
S.Sos., M.M
Disusun Oleh :
Nama : Megawati Putri Pamungkas
NPM : 1511071
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK)
SURYA INTAN KOTABUMI
TAHUN AJARAN 2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmatnya dan inayahnya hingga
penulis bisa menyelesaikan tugas makalah ini, dan selanjutnya Solawat
beriring Salam buat Junjungan Nabi besar Muhammad SAW, yang telah membimbing
manusia kejalan yang benar. Makalah yang berjudul PERILAKU ORGANISASI ini
berisi tentang konsep perilaku organisasi. Namun demikian penulis
menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran
sangat penulis harapkan demi perbaikan di kemudian hari.
Kotabumi, 07 November
Penulis
DAFTAR ISI
Cover
...................................................................................................... i
Kata
Pengantar........................................................................................ ii
Daftar
Isi................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................. 1
1.2 Tujuan................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Perilaku Organisasi.......................................................... 2-4
2.2
Ruang Lingkup Perilaku Organisasi.................................................. 4-5
2.3
Pendekatan dalam Perilaku Organisasi............................................. 5-7
2.4
Aspek dalam Perilaku Organisasi...................................................... 7
2.5
Organisasi Sebagai Sistem................................................................. 7-9
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan........................................................................................ 10
3.2
Saran.................................................................................................. 10
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................. iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Studi organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri.
Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut
bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari
faktor-faktor ini.
Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk
mengontrol,
memprediksikan,
dan menjelaskan.
Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian
terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang
berdekatan dengannya, yaitu psikologi
industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak
yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat
memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.
Meskipun studi ini menelusuri akarnya kepada Max Weber dan para pakar yang sebelumnya, studi
organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan
dengan munculnya manajemen
ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme
yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat
bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi
tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang
berbagai sistem kompensasi pun dilakukan.
Perilaku organisasi saat ini merupakan bidang studi yang berkembang.
Jurusan studi organisasi pada umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis,
meskipun banyak universitas yang juga mempunyai program psikologi industri dan
ekonomi industri pula.
1.2. Tujuan
Untuk mempelajari studi tentang perilaku
organisasi dan penerapannya dalam berorganisasi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi
merupakan ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok serta pengaruh tiap
individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara
individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan
kelompok dalam organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.
Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi
tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang
mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi,
sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi.
Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang
sumber daya manusia dan psikologi
industri. Seperti halnya ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk
mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi
mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja.
Karena itu, ilmu ini (dan studi
yang berdekatan dengannya, yaitu psikologi industri) kadang-kadang dituduh
telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari
tuduhan-tuduhan itu, ilmu ini dapat memainkan peranan penting dalam
perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.
Ada tiga tingkatan analisis pada perilaku organisasi, yaitu :
· Individu
· Kelompok
· Organisasi
Adapun empat unsur utama perilaku
organisasi antara lain :
· Pandangan psikologi
· Pandangan bahwa individu dipengaruhi aturan org. dan pemimpinnya
· Pandangan tentang penekanan kepada tuntutan manajer untuk mencapai tujuan
organisasi.
Perilaku organisasi dalam beberapa jenis
pendekatan manajemen :
Manajemen tradisional
· Tiap individu memiliki perilaku tertentu dalam tiap proses perencanaan,
organisasi, penggerakan dan pengawasan.
· Tiap kelompok/unit kerja memiliki karakteristik tertentu dalam berinteraksi
di dalam maupun antar kelompok/unit kerja.
Manajemen berdasarkan sasaran :
· Tiap individu atau kelompok mempunyai interest tertentu dalam menentukan
sasaran kerja tiap unit dan bahkan penentuan sasaran organisasi.
Manajemen stratejik :
· Tiap individu atau kelompok memiliki pandangan yang berbeda dalam
menganalisa lingkungan, penentuan visi dan misi, perumusan strategi,
implementasi strategi maupun pengendalian strategi.
Manajemen mutu terpadu :
· Tiap individu atau kelompok memiliki tolok ukur mutu yang berbeda dan
memiliki komitmen mutu
yang berbeda pula..
Manfaat ilmu perilaku organisasi bagi
pimpinan dan anggota organisasi antara lain :
· Menentukan kebijaksanaan
· Membuat aturan
Perilaku organisasi saat
ini merupakan bidang studi yang berkembang. Jurusan studi organisasi pada
umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis,
meskipun banyak universitas yang juga mempunyai program psikologi industri dan
ekonomi industri pula.
Bidang ini sangat
berpengaruh dalam dunia bisnis dengan para praktisi seperti Peter Drucker dan
Peter Senge yang mengubah penelitian akademik menjadi praktik bisnis.
Perilaku organisasi
menjadi semakin penting dalam ekonomi global ketika orang dengan berbagai latar belakang
dan nilai budaya harus bekerja bersama-sama secara efektif dan efisien. Namun
bidang ini juga semakin dikritik sebagai suatu bidang studi karena
asumsi-asumsinya yang etnosentris dan pro-kapitalis.
Teori atau ilmu perilaku
organisasi (organization behavior) pada hakekatnya mendasarkan kajiannya
pada ilmu perilaku itu sendiri (akar ilmu psikologi), yang dikembangkan dengan
pusat perhatiannya pada tingkah laku manusia dalam organisasi. Dengan demikian,
kerangka dasar teori perilaku organisasi ini didukung oleh dua komponen pokok,
yakni individu-individu yang berperilaku dan organisasi formal
sebagai wadah dari perilaku tersebut.
Jadi, perilaku
organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia
dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu. Aspek pertama meliputi pengaruh
organisasi terhadap manusia, sedang aspek kedua pengaruh manusia
terhadap organisasi. Pengertian ini sesuai dengan rumusan Kelly dalam
bukunya Organizational Behavior yang menjelaskan bahwa perilaku
organisasi di dalamnya terdapat interaksi dan hubungan antara organisasi di
satu pihak dan perilaku individu di lain pihak. Kesemuanya ini memiliki tujuan
praktis yaitu untuk mengarahkan perilaku manusia itu kepada upaya-upaya
pencapaian tujuan.
2.2. Ruang lingkup Perilaku organisasi
Perilaku Organisasi, sesungguhnya terbentuk dari perilaku-perilaku individu
yang terdapat dalam organisasi tersebut. Oleh karena itu – sebagaimana telah
disinggung diatas – pengkajian masalah perilaku organisasi jelas akan meliputi
atau menyangkut pembahasan mengenai perilaku individu. Dengan demikian dapat
dilihat bahwa ruang lingkup kajian ilmu perilaku organisasi hanya terbatas pada
dimensi internal dari suatu organisasi. Dalam kaitan ini, aspek-aspek yang menjadi
unsur-unsur, komponen atau sub sistem dari ilmu perilaku organisasi antara lain
adalah : motivasi, kepemimpinan, stres dan atau konflik, pembinaan karir,
masalah sistem imbalan, hubungan komunikasi, pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan, produktivitas dan atau kinerja (performance),
kepuasan, pembinaan dan pengembangan organisasi (organizational
development), dan sebagainya.
Sementara itu aspek-aspek yang merupakan dimensi eksternal organisasi
seperti faktor ekonomi, politik, sosial, perkembangan teknologi, kependudukan
dan sebagainya, menjadi kajian dari ilmu manajemen strategik (strategic
management). Jadi, meskipun faktor eksternal ini juga memiliki pengaruh
yang sangat besar terhadap keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi dan
misinya, namun tidak akan dibahas dalam konteks ilmu perilaku organisasi.
Meskipun unsur-unsur, komponen atau sub sistem yang akan dibahas bisa jadi
telah banyak dipelajari pada disiplin ilmu yang lain, namun Mata Kuliah
Perilaku Organisasi akan mencoba menjawab, mengapa berbagai unsur atau komponen
tadi dapat membentuk karakter, sikap, atau perilaku individu dalam kapasitasnya
sebagai anggota suatu organisasi. Oleh karena itu, bobot atau muatan materinya
akan diusahakan agar memiliki sisi empiris yang cukup memadai. Untuk
kepentingan ini, maka pada setiap session pembahasan akan diupayakan untuk
dilengkapi dengan kasus-kasus yang relevan sebagai instrumen untuk lebih
memudahkan dalam memahami masalah perilaku organisasi
2.3. Pendekatan
Dalam Perilaku Organisasi
Dengan adanya interaksi atau hubungan antar individu
dalam organisasi, maka penelaahan terhadap perilaku organisasi haruslah
dilakukan melalui pendekatan-pendekatan sumber daya manusia (supportif),
pendekatan kontingensi, pendekatan produktivitas dan pendekatan sistem. Pendekatan sumber daya manusia dimaksudkan untuk
membantu pegawai agar berprestasi lebih baik, menjadi orang yang lebih
bertanggung jawab, dan kemudian berusaha menciptakan suasana dimana mereka
dapat menyumbang sampai pada batas kemampuan yang mereka miliki, sehingga
mengarah kepada peningkatan keefektifan pelaksanaan tugas. Pendekatan ini
berarti juga bahwa orang yang lebih baik akan mencapai hasil yang lebih baik
pula, sehingga pendekatan ini disebut pula dengan pendekatan suportif.
Sementara itu, pendekatan kontingensi mengandung pengertian bahwa
adanya lingkungan yang berbeda menghendaki praktek perilaku yang berbeda pula
untuk mencapai keefektifan. Disini pandangan lama yang mengatakan bahwa
prinsip-prinsip manajemen bersifat universal dan perilaku dapat berlaku dalam
situasi apapun, tidak dapat diterima sepenuhnya.
Disisi lain, pendekatan produktivitas
dimaksudkan sebagai ukuran seberapa efisien suatu organisasi dapat menghasilkan
keluaran yang diinginkan. Jadi, produktivitas yang lebih baik merupakan ukuran
yang bernilai tentang seberapa baik penggunaan sumber daya dalam masyarakat.
Dalam hal ini perlu diingat bahwa konsep produktivitas tidak hanya diukur dalam
kaitannya dengan masukan dan keluaran ekonomis, tetapi masukan manusia dan sosial
juga merupakan hal yang penting. Dengan demikian, apabila perilaku organisasi
yang lebih baik dapat mempertinggi kepuasan kerja, maka akan dihasilkan
keluaran manusia yang baik pula, dan pada akhirnya akan menghasilkan
produktivitas pada derajat yang diinginkan.
Adapun pendekatan
sistem terutama diterapkan dalam sistem sosial, dimana di dalamnya terdapat
seperangkat hubungan manusia yang rumit yang berinteraksi dalam banyak cara.
Ini berarti, dalam mengambil keputusan para manaer harus mengkaji hal-hal diluar
situasi langsung untuk menentukan dampaknya terhadap sistem yang lebih besar,
sehingga memerlukan analisis biaya dan manfaat (cost – benefit analysis).
Antara pendekatan sumber
daya manusia dengan pendekatan produktivitas diatas, memiliki kaitan yang
sangat erat, dimana adanya dorongan pimpinan terhadap karyawan untuk melakukan
tugasnya sebaik mungkin, secara langsung akan mendorong tingkat produktivitas
organisasi. Untuk dapat mendorong karyawannya kearah tujuan yang diharapkan,
seorang pimpinan harus dapat mengetahui kebutuhan karyawan yang bersifat
pribadi dan internal. Atau dengan kata lain, disini terjadi hubungan antara kebutuhan
dengan prestasi kerja.
2.4. Aspek-aspek lain dalam
Perilaku Organisasi
Selain masalah motivasi dan kepemimpinan, ilmu Perilaku Organisasi mengkaji
juga beberapa aspek strategis dalam organisasi seperti pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan, komunikasi, stres dan konflik, produktivitas dan atau
kinerja, dan sebagainya. Keseluruhan aspek ini selalu terkait dengan masalah
perilaku manusia dalam organisasi, sehingga aspek-aspek strategis itupun akan
sangat tergantung kepada proses pembentukan perilaku maupun baik buruknya
perilaku manusia itu sendiri.
Dalam proses pengambilan keputusan pada khususnya dan dalam setiap
aktivitas organisasional pada umumnya, akan terjalin suatu hubungan
interpersonal atau komunikasi antar anggotanya. Sebagaimana halnya pada proses
pengambilan keputusan, maka proses komunikasipun sering menghadapi kegagalan
dan hambatan yang bersumber dari sikap dan perilaku orang yang berbeda-beda,
seperti sikap asertif, non asertif, atau bahkan agresif.
Kondisi-kondisi tidak berjalannya proses-proses keorganisasian seperti yang
diharapkan ini pada gilirannya akan dapat menimbulkan stres bagi anggota organisasi,
sekaligus membawa kemungkinan munculnya konflik baik – dalam pengertian yang
positif maupun yang negatif. Untuk itu, perlu diupayakan agar konflik negatif
sesegera mungkin dipecahkan atau diselesaikan, sementara konflik positif
dipelihara untuk memacu peningkatan produktivitas dan atau kinerja organisasi.
Sebab, tujuan akhir dari pembentukan organisasi adalah kesejahteraan manusia,
sedangkan kesejahteraan ini dapat dicapai apabila produktivitas / kinerja
organisasi dapat terus ditingkatkan.
2.5.ORGANISASI SEBAGAI
SEBUAH SISTEM
Definisi sederhana dari
organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan
merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain – lain.
Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output di
perlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang,
informasi dan lain – lain. Sistem sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu
kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Di dalam organisasi terjadi
konversi dari input menjadi output dan di perlukan banyak proses yang saling
berhubungan dari fungsi-fungsi struktural yang ada sebagai contoh RND,
Produksi, Accounting, Marketing, IT dan lain -lain. Proses berjalan sampai
menjadi output dan akan di dapat data yang di hasilkan selama berjalan.
Diharapkan data diolah menjadi informasi dan di kembalikan kembali ke setiap
fungsi departemen dimana akan di gunakan untuk mengukur kinerja, kontrol dan
untuk pendukung dari pengambilan keputusan. Ratusan atau ribuan proses ini
saling berhubungan dan bekerja sama dapat kita namakan dengan istilah business
process. Business process akan berkembang terus sejalan dengan berkembangnya
organisasi.
Organisasi bukan sekedar
shared vision, strategy, structure, system, style, staff and skills. Organisasi
bisa dilihat sebagai sistem sosial, ini cara paling pas melihat organisasi dari
perspektif lebih lebar. Inilah cara menterjemahkan “patterns” dan “events”.
Pada masa lalu, kita melihat organisasi hanya fokus pada bagian-bagian
tertentu. Bila sebuah departemen bekerja bagus sendiri dan tak terkoneksi
dengan departemen lainnya, akibatnya organisasi akan menderita. Saat ini,
banyak manajer mengakui begitu banyaknya bagian dalam organisasi, khususnya
keterkaitan antar bagian seperti koordinasi antara pusat dan daerah, mandor dan
buruh dan lain-lain. Para manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja
di dalam organisasi dan feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi,
manajer tidak serta merta fokus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan
melihat pola keterkaitan yang lebih besar. Manajer lebih fokus pada hasil yang
ingin dicapai organisasi. Caranya, manajer lebih fokus pada struktur yang bisa
menciptakan perilaku yang mempengaruhi tindakan–dibandingkan reaktif pada
tindakan-tindakan yang selalu berulang sejak masa lalu.
Seperti telah dibahas
sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu kelompok orang yang
mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa,
uang, pengetahuan dan lain – lain. Sedangkan pengertian dari sosial adalah
manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya. Dengan demikian
system sosial merupakan orang-orang dalam masyarakat dianggap sebagai sistem
yang disusun oleh karakteristik dari suatu pola hubungan dimana sistem tersebut
bekerja untuk mewujudkan keinginannya. Beberapa hal yang menggambarkan
organisasi sebagai system social antara lain dengan adanya organisasi social dan
organisasi social.
Perilaku organisasi
adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak di
dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi sebagai
sistem sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti :
publik, bisnis, sosial dll. Sebagai contoh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh
Indonesia) sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepakbola tidak
hanya terpaku pada satu aspek kajian yaitu sepakbola. Bidang – bidang lain juga
harus dikaji untuk memajukan organisasi dan mencapai tujuannya memajukan
sepakbola Indonesia. Aspek yang dikaji antara lain aspek bisnis, publik dll.
Mungkin anda bertanya,”Apa kaitan sepakbola dengan bisnis?”. Pada Zaman
sekarang ini olahraga khususnya sepakbola memiliki kaitan dengan aspek bisnis
contohnya hak siar televise, iklan sponsor yang dapat menghasilkan income.
Kemudian apa hubungannya dengan social? Dalam aspek bisnis, masyarakat
merupakan pasar. Sedangkan dalam bidang olahraga masyarakat adalah factor
pendukung dimana masyarakat itu sendiri adalah bagian dari social. Berdasarkan
contoh di atas, kita tahu bahwa hampir semua pekerjaan dilakukan dalam lingkup
sosial. Begitupula dengan organisasi, organisasi akan berjalan dengan baik jika
diatur dengan sistem yang baik sehingga cakupan sosial didalamnya dapat bekerja
sesuai pakem yang telah diatur dalam suatu sistem. Cakupan social yang dimaksud
adalah pekerjaan, komunikasi serta koordinasi yang dilakukan dalam organisasi
tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Faktor faktor Organisasi antara
lain(menurut John Willey)
1.
Manusia
2.
Teknologi yang digunakan
3.
Tugas/ kerja
4.
Budaya organisasi
Manusia merupakan salah
satu factor penting dalam organisasi. Manusia itu sendiri merupakan makhluk
social. Dan dalam organisasi manusia bekerja tidak sendiri, maka manusia
melakukan komunikasi serta koordinasi dalam bekerja. Dengan demikian aspek
social tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dan dapat dikatakan juda bahwa
Sistem social itu juga merupakan organisasi dan sebaliknya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perilaku organisasi
merupakan ilmu tentang perilaku tiap individu dan kelompok serta pengaruh tiap
individu dan kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara
individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan
kelompok dalam organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.
Perilaku organisasi saat
ini merupakan bidang studi yang berkembang. Jurusan studi organisasi pada
umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis, meskipun banyak universitas
yang juga mempunyai program psikologi industri dan ekonomi industri pula.
3.2. Saran
Dipelajarinya ilmu
perilaku organisasi ini di harapkan mahasiswa dapat mengerti apa itu perilaku
organisasi. Masalah: Meningkatnya produktivitas tenaga kerja.
Tantangan bisnis ke depan adalah bagaimana menciptakan keunggulan bersaing dan
mempertahankan kesinambungan bisnis sehingga tuntutan peningkatan produktivitas
kerja menjadi suatu keharusan. Upaya peningkatan produktivitas kerja
diantaranya melalui perubahan perilaku.
-
1. 2.Peningkatan keahlian tenaga kerja. Keahlian dinyatakan dalam 3 bentuk: keahlian berkonsep, keahlian teknis dan keahlian teknologi.2. Menurunnya tingkat kesetiaan karyawan3. Respon atas era globalisasi (hilangnya batas waktu dan ruang), yakni globalisasi ekonomi dan globalisasi perusahaan.4. Budaya keanekaragaman tenaga kerja.5. Munculnya peniru temporer, yakni terdapat pergantian karena adanya persaingan sehingga daur hidup produk semakin singkat. Untuk itu produk yang jenuh membutuhkan inovasi-inovasi, salah satunya dengan cara menaikkan tingkat ketrampilan.6. Peningkatan kualitas pelayanan, produk, dan layanan purna jual.7. Tuntutan dalam beretika bisnis.
DAFTAR PUSTAKA
Ahira, A. 2010. Perilaku Organisasi. http://www.anneahira.com
Anonim, 2010. Perilaku Organisasi. http://id.wikipedia.org
Anonim. 2010. Sistem Perilaku Organisasi. http://eziekim.wordpress.com
Gitosudarmo, I., dan Sudita, I Nyoman. 2008. Perilaku Keorganisasian,
Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE-UGM.
Wicaksono, A. 2010. 40 Perilaku Organisasi. Silabus Perilaku Organisasi.
Universitas Airlangga, Surabaya
Pengantar Perilaku Organisasi. http://triwidodowutomo.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar